Kesedihan lampau? So be it!!
Ya, setelah 20 tahun saya baru menyadari akan hal ini. pernahkah kalian
semua berada dalam sebuah posisi yang sangat tidak menyenangkan? seperti
ditinggalkan kekasih, dikhianati seorang sahabat, gagal dalam sebuah
persaingan, tidak mendapat sebuah posisi yang diinginkan, tidak mendapat sebuah
apresiasi atas segala yang pernah kau lakukan. Well, bagaimana bila semuanya
terjadi dalam waktu yang bersamaan? Perasaan hancur sudah pasti, hidup serasa
tidak ada artinya.
Tapi, ada baiknya kita membuang beberapa perasaan berbasis emosi yang ada
dalam diri kita. Karena hei, kita ini makhluk paling mulia, kita mempunyai
akal. Jika mau dipikir buat apa kita terus terpaku pada kesedihan masa lalu?
Let’s move on guys, you deserve better fate than this, grow up. Yes, world maybe
didn’t work like the way you want, but that’s not the point i wanna say.
Terlalu banyak manusia yang senang dalam keterpurukan yang sedang dihadapi.
Terlalu banyak manusia yang senang bercengkerama dan berteman dengan yang
namanya kesedihan. Terlalu banyak orang yang suka menghukum dirinya sendiri
dengan bermuram durja dan selalu memikirkan kesalahan masa lalu dan mengandai
andai skenario paralel yang dibuat setelah kejadian seperti “ah seharusnya
dahulu aku...” atau “ah, kalau saja aku tidak...”
Bukan berarti tidak boleh introspeksi kesalahan, itu malah hal yang bagus
agar kita tidak mengulangi hal yang sama. Akan tetapi jangan terlalu bersahabat
dengan kesalahan masa lalu \\ So, you wronged your parents? So be it!! lupakan
dan jangan lakukan lagi \\ Kau disakiti kekasihmu? Yauda sih terus kenapa,
lupakan saja. \\ Kekasihmu meninggalkanmu demi seseorang? So be it!!
pengkhianat akan mendapat seorang pelacur \\ Rekanmu mengkhianati karirmu? So
be it!! Banyak rezeki Tuhan melimpah di luar, buka wawasan dan cari koneksi.
rezeki tidak hanya di satu tempat. \\ IP jelek? So be it!! jangan diulangi lagi
(hehehe) \\ Usahamu tidak dihargai sama orang lain? Yauda sih ga usah dendam
atau terlalu mikirin mereka, capek capek mikirin mereka, merekanya tetep
bahagia ini ga mikirini kita. buang buang tenaga aja. useless
Mungkin jawaban “so be it” atau “yaudah sih” terdengar egois dan
antisosial, tapi ini untuk kebaikan kita semua, buat apa kalian terlalu
memikirkan sesuatu yang tidak menyenangkan. sesuatu lampau yang bikin sakit
hati, so be it, kalau ga bisa dilupain ya seenggaknya ga usah terlalu
dipikirin. Karena pikiran kita terlalu berharga jikalau hanya digunakan untuk
bermuram durja dan menyesali takdir masa lampau. So, don’t give a f*ck about
the horrible past.
Dan percayalah tidak selamanya takdir buruk menghantuimu wahai saudara saudariku yang masih pesimis akan tidak adanya takdir baik di depan :)
Bukan sok bijak tapi ada baiknya bagi Muslim, coba baca Al Insyira 5-6
"karena sesungguhnya sehabis kesulitan akan ada kemudahan. SESUNGGUHNYA SEHABIS KESULITAN ADA KEMUDAHAN"
bisa dilihat ada penekanan dua kalimat yang sama pada satu surat. Just figure it out yourself..

Comments
Post a Comment