STOP TV, STOP MEDIA, STOP PORNOGRAFI, STOP PERBUDAKAN ANAK

Ya, karena anak itu adalah peniru ulung. Kita semua sudah mengetahui akan hal itu bukan? Terlebih lagi anak anak di bawah jenjang SMA. Mereka adalah peniru yang sangat teramat handal. Betapa rindu kita dengan propaganda TV zaman dhulu yang saya rasa baik seperti lagu si komo, lagu bangun tidur ku terus mandi dan sebagainya. Ya, TV zaman kita kecil (anak 90an) tidaklah begitu teracuni dengan segala kemerosotan moral seperti halnya TV zaman sekarang. Seleb anak zaman kita? whoooaaa banyak sekali dan lagunya pun masih termasuk di level anak seperti trio kwek kwek, Joshua Suherman (sayangnya idola saya ini sekarang juga udah rusak), Tina Toon, Susan bersama teteh Ria Enes :3 , dan masih banyak lagi.

Sekarang? Menonton TV laik halnya seperti meracuni otak. Walaupun saya sendiri dari sebuah keluarga korporat, tetapi sangat tidak suka dengan cara cuci otak korporat yang hanya mengedepankan keuntungan tanpa mempertimbangkan moral dan etika.Ya, korporatlah yang berperan sangat besar dari korporasi media sampai korporasi apapun itu yang dia jual dan dia iklankan di TV. Pemikiran saya terkesan kolot dan konservatif? Hallooooo... terserah saja orang menganggap apa akan tetapi sudah cukuplah kalau saya bilang kerusakan yang terjadi di sana sini. Baca kembali judul saya, mungkin 3 stop yang pertama (TV, media dan pornografi) sudah banyak orang bahas ya, nah yang stop ke empat ini : perbudakan anak!! ya, perbudakan secara langsung malah. Hemm supaya lebih merakyat ya kita sebut golongan anak yang dibiarkan diperbudak ini sebagai “bocah”. Bocah yang tiap hari kerjaannya hanya merengek rengek ke orang tua. Bocah ini sudah tidak mengenal boundary lagi, dari kaya sampai miskin, dan hampir semua orang tua mengeluh mereka diperbudak anaknya padahal merekalah yang membiarkan anaknya diperbudak oleh pihak pihak korporat jahat yang hanya mementingkan uang semata.

Lihat ke warnet gaming, siapa saja isinya apakah anak kuliahan? anak kantoran? ibu rumah tangga? tidak, mereka semua rata rata dan sebagian besar adalah bocah bocah yang dibiarin berkeliaran di dunia maya. Bermain game sampai lupa waktu, Mengopi dan menyebarkan film porno dan yak PFFFTTTTT BANGET LAH ADA ORANG TUA YANG NGEBIARIN GINI!!Dan seenggaknya kalau memang masyarakat ga bisa berubah dan maunya menunggu kehancuran moral seperti di negara lain (padahal menurut saya sendiri di sini udah lumayan hancur sih) kita lah yang harus punya mindset berbeda, tularkan ke orang orang terdekat. Saya sendiri beruntung sudah hampir ga pernah nonton TV, ketinggalan berita?? No Way. masih banyak cara lain berooo.. Dan syukur banget dua tahun ini sahur ditemani sama teman teman berdiskusi sambil makan. Bukan ditemani oleh acara yang KATANYA HIBURAN SAHUR ISLAMI tapi isinya yah gitu semua deh. yang diundang aja pemain bintang (maaf) bokep nasional semua dari azh*ri sampai luna m*ya dan sebangnsanya.

Oh iya, ini tulisan saya dedikasikan untuk hari anak dan sekaligus mempromosikan gerakan yang dilancarkan oleh BEM ITS hohohoho. Masalah buat anda? Go away... Go away and hug me :P

"Selamatkan Anak Indonesia!! Selamatkan Generasi Bangsa"

- Edwin Saferian, Mahasiswa Teknik Industri ITS, PLH DirJen SosPol BEM ITS

Comments

  1. itu kalimat anak peniru ulung ko sama kayak post aku yang http://nabilaptx.blogspot.com/2013/05/peniru-ulung-itu-bernama-anak.html ya? hihihi :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts