Colonel Mustang dan Sergeant Hughes [Fullmetal Alchemist] - Pandangan mengenai posisi seorang pemimpin dan pendukung
Masalah klasik sih ini, di materi materi pelatihan kuliah seperti LKMM pasti sudah diberikan walau PASTI terasa yah begitu begitu saja materi yang disampaikan, hmm kurang berbobot dan terlalu mendoktrinasi. Bagi saya masalah orang tersebut menjadi leader atau supporter itu ya tergantung pada posisi dan passion pribadi masing masing. bisa jadi di satu tempat dia hebat menjadi pemimpin di tempat lain dia cocok menjadi supporter dan di tempat lain lagi dia malah tidak bisa berbuat apa apa dan menjadi spectator saja.
Sudah tau Anime "Fullmetal Alchemist"? well, that was a good one!!
Di sini ada dua orang tokoh yang berteman dekat dari mereka menjalani akmil (setara kuliah untuk militer) yaitu Mustang dan Hughes. Tapi seiring perjalanan, karir Mustang lah yang lebih dahulu melejit dan menjadi atasan dari Hughes. Menyadari hal tersebut, Hughes tidaklah marah ataupun iri sama sekali karena menyadari untuk di satu sisi bahwa dia lebih cocok untuk menjadi pendukung sang kawannya ini. Sedangkan Mustang, dia adalah orang yang sangat ambisius tertutup dan punya mimpi besar untuk membangun negerinya dengan cita cita bisa menjadi orang nomor satu yang memimpin roda pemerintahan.
berikut adalah dialog menarik mereka berdua. Mustang = baju putih. Hughes = kacamataaan
Hmmm... kisah ini sebenarnya entah kenapa mirip dengan kisah hidupku. dan tahu aku dapat peran yang mana? Ya, aku lebih cocok menjadi Hughes sepertinya, seorang pendukung loyal yang tanpa pamrih mendukung temannya untuk maju menggapai impian dan cita citanya menjadi orang nomor satu. siapa dia? ehehehem untuk itu masih rahasia dan belum bisa disebar untuk umum.
Sudah tau Anime "Fullmetal Alchemist"? well, that was a good one!!
Di sini ada dua orang tokoh yang berteman dekat dari mereka menjalani akmil (setara kuliah untuk militer) yaitu Mustang dan Hughes. Tapi seiring perjalanan, karir Mustang lah yang lebih dahulu melejit dan menjadi atasan dari Hughes. Menyadari hal tersebut, Hughes tidaklah marah ataupun iri sama sekali karena menyadari untuk di satu sisi bahwa dia lebih cocok untuk menjadi pendukung sang kawannya ini. Sedangkan Mustang, dia adalah orang yang sangat ambisius tertutup dan punya mimpi besar untuk membangun negerinya dengan cita cita bisa menjadi orang nomor satu yang memimpin roda pemerintahan.
berikut adalah dialog menarik mereka berdua. Mustang = baju putih. Hughes = kacamataaan
Hmmm... kisah ini sebenarnya entah kenapa mirip dengan kisah hidupku. dan tahu aku dapat peran yang mana? Ya, aku lebih cocok menjadi Hughes sepertinya, seorang pendukung loyal yang tanpa pamrih mendukung temannya untuk maju menggapai impian dan cita citanya menjadi orang nomor satu. siapa dia? ehehehem untuk itu masih rahasia dan belum bisa disebar untuk umum.





Comments
Post a Comment